• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Delapan Dekade BRIMOB Polri: Kompi 4 Batalyon A Pelopor, dari Garda Terdepan Hingga Sahabat Masyarakat Alor.

    Sabtu, 15 November 2025, November 15, 2025 WIB Last Updated 2025-11-15T08:43:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kalabahi, Alor, PenaKita.Info - Sore itu, langit Alor nampak sedikit cerah, mendung namun tak kunjung hujan, ketika itu beberapa personel Brimob lengkap dengan seragam lorengnya, berdiri tegap, gagah perkasa di depan halaman Kompi 4 Batalyon A Pelopor, tepatnya di jalan Cakalang, Kota Kalabahi, Alor. Angin laut membawa suara merdu dan langkah  yang berpadu dengan iringan musik perjuangan. Di sinilah, pada Jumat (14/11/2025), Korps Brimob Polri Kompi 4 Batalyon A Pelopor, merayakan usia pengabdian ke-80 tahun—sebuah perjalanan panjang dari masa perjuangan hingga era modern yang serba presisi.

    Di hadapan para tamu undangan dan masyarakat yang hadir, Komandan Kompi, Iptu Alwin Ruku, mengawali acara dengan pesan penuh makna. Suaranya mantap, namun terasa dekat. Ia menegaskan bahwa “Brimob Presisi untuk Masyarakat” bukan sekadar tema, melainkan napas pengabdian yang ingin terus dijaga oleh seluruh personel Brimob.


    "Brimob selalu berada di garda terdepan, menghadapi konflik, bencana, hingga operasi kemanusiaan," ucapnya. 


    Di balik kalimat itu, tersirat cerita panjang para anggota Brimob yang kerap hadir dalam situasi paling genting, ketika banyak orang justru berlari menjauh.


    Iptu Alwin juga mengingatkan pesan Presiden, bahwa Polri harus merasakan denyut penderitaan rakyat dan hadir sebagai pelindung yang benar-benar dibutuhkan. Ajakan untuk bekerja dengan hati itu menjadi pengikat bagi seluruh anggota yang berdiri tegap di hadapannya.



    "Sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil," tegasnya-sebuah motto yang sejak lama menjadi identitas korps.



    Sementara itu, Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, dalam sambutannya, ia menyebut delapan dekade sebagai bukti kedewasaan Brimob.
     


    "Rentang delapan puluh tahun bukan waktu yang singkat. Dalam kurun itu, Brimob telah menunjukkan loyalitas dan dedikasi yang tidak pernah surut," katanya. 


    Baginya, tantangan zaman hanya akan mempertegas pentingnya Brimob untuk terus beradaptasi, memperkuat disiplin, dan menjaga sinergi dengan rakyat.


    Namun sore itu bukan hanya tentang institusi. Ada kedekatan yang terasa dalam hubungan Brimob dengan masyarakat Alor. Wakil Bupati Rocky Winaryo mengungkapkan itu dengan penuh hangat.



    "Bagi masyarakat Alor, Brimob adalah saudara,” Wabup Winaryo.


    "Mereka hadir ketika daerah tidak aman, ketika situasi genting terjadi, dan tetap bersama masyarakat saat hari-hari berjalan biasa." Kata-katanya menggambarkan betapa kehadiran Brimob telah menjadi bagian dari denyut keseharian di pulau ini.


    Di antara para tamu undangan yang hadir, Ketua DPRD Alor, Paulus Brikmar, jajaran Forkopimda, unsur TNI, Kepala Pengadilan, Tokoh Agama, Pengusaha hingga organisasi masyarakat, tersirat rasa kebersamaan yang kian kuat. Kehadiran mereka mempertegas bahwa Brimob tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem keamanan yang bekerja berdampingan dengan pemerintah dan masyarakat.


    Ketika matahari perlahan meredup, peringatan HUT ke-80 itu ditutup dengan suasana haru dan kebanggaan. Sorot mata para personel Brimob mencerminkan satu hal: semangat pengabdian yang tidak lekang oleh waktu.

    Delapan puluh tahun telah berlalu, namun bagi Brimob, khususnya yang bertugas di Alor, pengabdian itu selalu dimulai dari hal sederhana: berada di tengah masyarakat, setia menjaga, dan terus berbakti tanpa henti.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini