• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    𝟮𝟭 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗧𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗣𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵, 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗶𝘀 𝗛𝗮𝗿𝘂 𝗜𝗿𝗶𝗻𝗴𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗻𝗮 𝗕𝗮𝗸𝘁𝗶 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗪𝗶𝗹𝗵𝗲𝗹𝗺𝗶𝗻𝗮 𝗪𝗲𝗻𝗻𝗼 𝗱𝗶 𝗥𝗮𝗷𝗮 𝗔𝗺𝗽𝗮𝘁

    Kamis, 29 Oktober 2026, Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-29T11:54:31Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Raja Ampat, penakita.info — Dedikasi selama 21 tahun di satu sekolah menjadi kisah inspiratif dari Ibu Wilhelmina Wenno, S.Pd., guru SMP Negeri 12 Raja Ampat, Kampung Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit. Sejak menerima SK sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) penugasan pertamanya di Raja Ampat hingga memasuki masa purna bakti, ia tidak pernah berpindah sekolah. 


    Kepala SMP Negeri 12 Raja Ampat mengapresiasi pengabdian dan keteladanan Ibu Wilhelmina yang tidak hanya mendidik siswa, tetapi juga menjadi sosok yang mengayomi rekan-rekan guru.


    “ Pengabdian selama 21 tahun merupakan perjalanan panjang yang patut dihargai. Semoga dedikasi dan keteladanan beliau menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk terus mengajar dengan tulus dan penuh tanggung jawab. ” Kepsek SMPN 12 Raja Ampat


    Kepala Kampung/Desa Warsambin juga menyampaikan apresiasi atas kesetiaan Ibu Wilhelmina dalam mendidik generasi muda Raja Ampat.


    “ Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ilmu dan nasihat yang diberikan kepada anak-anak akan menjadi bekal bagi masa depan mereka. Jasa dan pengabdian Ibu Wilhelmina akan tetap dikenang masyarakat. ” Kades Warsambin


    Dalam pesan perpisahannya, Ibu Wilhelmina mengaku berat meninggalkan sekolah yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Ia menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan guru, serta memohon maaf atas segala kekurangan selama menjalankan tugas.


    “Jangan pernah kehilangan semangat, meskipun tantangan semakin besar, sebab selama masih ada anak-anak yang membutuhkan ilmu, kasih sayang, dan bimbingan, selama itu pula pengabdian seorang guru memiliki arti. ” pesannya.


    Kepada para siswa, ia berpesan agar terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.


    Suasana haru mengiringi akhir acara. Siswa, guru, dan orang tua murid merasa kehilangan sosok pendidik yang selama 21 tahun telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di SMP Negeri 12 Raja Ampat.


    Purna bakti boleh mengakhiri masa tugas, tetapi ilmu, keteladanan, dan inspirasi seorang guru akan terus hidup dalam diri generasi yang pernah dididiknya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini