• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Di tengah Degradasi Persatuan, PWS Payakumbuh dan 50 Kota Bersama LIBAS Sumatera Barat Junjung tinggi Kekeluargaan dan Kebersamaan.

    Minggu, 13 September 2026, September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T23:57:59Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    PAYAKUMBUH,Penakita.info — 

    Suasana syahdu, penuh keberkahan, dan kehangatan yang tak terlukiskan menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah / 2026 Masehi, yang digelar oleh Paguyuban Warga Sunda (PWS) Payakumbuh dan Lima Puluh Kota, pada Kamis malam, 10 September 2026. Majelis yang sarat makna ini menjadi bukti hidup bahwa kasih sayang kepada Rasulullah SAW mampu menyatukan hati, melintasi batas wilayah, dan mempererat tali persaudaraan yang tak terputus — di dunia maupun di akhirat.
     
    Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib, dimulai ba'da Isya dengan pembukaan yang penuh kekhusyukan. Ayat Suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh Erna menyejukkan hati setiap hadirin, membuka pintu rahmat Allah sejak awal acara. 

    Suasana semakin syahdu saat shalawat marhaban yang dipimpin Ustadz Maman kemudian secara bergantian dilantunkan oleh anggota lainnya, mengalun merdu menggetarkan jiwa, mengantar seluruh hadirin menyelami samudra cinta kepada Sang Nabi.
     
    Acara kian istimewa dengan kehadiran Paguyuban LIBAS Sumatera Barat yang datang bersama rombongan di bawah naungan pimpinan Asep Susanto, Waka/Iwan Chandra, Kang Deni/Bendahara, Mas Gondrong, Kang Aki, Kang Rahmat, Datuk Dangguang sebagai tokoh masyarakat minang serta sederetan nama lainnya. 

    Kehadiran para punggawa beserta seluruh baraya LIBAS Sumatera Barat menjadi berkah tambahan, menegaskan bahwa syiar Maulid Nabi ini bukan milik satu kelompok semata, melainkan milik seluruh umat yang mencintai Rasulullah SAW. 

    Persaudaraan pun melintasi batas — menyatukan warga Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Bukittinggi, Agam, dan daerah lainnya dalam satu atap kasih sayang.
     
    Ketua Pelaksana, Andi Junaidi menyampaikan pesan  ayat yang artinya "Kita diperintahkan untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, serta menjaga silaturahmi sesama manusia."

    Tidak lupa mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh panitia, tuan rumah, Lubas Sumatra Barat, Ketua Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.

     "Maaf dan terima kasih, kami hanya mampu menyajikan apa adanya. Semoga silaturahmi ini terus terjalin, terutama kembali kepada baraya LIBAS di Agam." Andi juga berharap bimbingan terus mengalir kepada seluruh warga, semangat Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh tetap terjaga — tak hanya kepada sesama lelaki, namun juga penuh penghormatan kepada para ibu.
     
    Selaras dengan itu, Ketua PWS Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Ade Warsa, menyampaikan hal yang sama dengan bahasa sunda yang mengalun lembut namun tegas: bahwa kebersamaan adalah kekuatan, dan persaudaraan adalah warisan paling berharga.
     
    Puncak keagungan malam itu hadir dalam tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Asep M. Nurdin, Pimpinan Pondok Al Irfaan. Beliau mengajak hadirin menyelami ajaran Imam Al-Ghazali, penulis Ihya Ulumuddin, yang mengingatkan kita akan lima nikmat agung Allah yang sering kali terlupakan:
     
    1. Nikmat Harta — Harta adalah titipan Allah, bukan milik mutlak kita. Diberikan untuk memudahkan hidup, membantu sesama, dan menjadi sarana beribadah — bukan untuk disombongkan, melainkan disyukuri dan dijalankan di jalan kebaikan.
     
    2. Nikmat Kesehatan & Anggota Tubuh — Mata yang melihat, telinga yang mendengar, tangan yang bekerja, kaki yang melangkah. Semua itu pemberian Allah yang tak ternilai harganya. Betapa banyak orang merindukan kesehatan yang kita miliki hari ini tanpa kita sadari.
     
    3. Nikmat Kehidupan & Usia — Setiap detik napas, setiap pagi yang kita temui, adalah kesempatan baru untuk bertobat, beramal, dan mendekatkan diri kepada Allah. Hidup bukan milik kita, melainkan pinjaman yang harus dijaga dengan syukur.
     
    4. Nikmat Iman & Islam — Ini adalah nikmat paling utama dan paling tinggi derajatnya. Di antara jutaan manusia di dunia, Allah memilih kita untuk memeluk Islam dan beriman kepada-Nya. Tanpa iman, nikmat dunia lainnya akan sia-sia di akhirat.
     
    5. Nikmat Keamanan & Ketenangan — Hidup dalam keadaan aman, tenteram, dan terhindar dari ketakutan, perang, atau bencana adalah nikmat yang sering kali baru disadari ketika hilang. Ketenangan hati adalah kekayaan yang tak ternilai harganya.
     
    Saudaraku, cobalah kita renungkan: berapa banyak nikmat Allah yang telah mengalir kepada kita tanpa kita minta? Harta, tubuh yang sehat, nyawa yang masih berdetak, iman di dada, dan hati yang tenteram. Semua itu gratis, tapi harganya lebih mahal dari seluruh dunia. Maka janganlah kita lupa bersyukur — karena dengan syukur, nikmat itu ditambah. Dengan kufur, nikmat itu dicabut.
     
    Beliau menutup dengan pesan, "Dan ingatlah, silaturahmi yang kita jaga hari ini, itu bukan sekadar urusan dunia. Ia adalah jembatan kasih sayang yang menghubungkan kita di dunia dan di akhirat. Terima kasih, semoga Allah membalas kehadiran baraya semua dengan kebaikan yang berlipat ganda."
     
    Di penghujung acara, Ustadz Asep Nurdin didaulat untuk berdoa bersama dipanjatkan, memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan untuk seluruh keluarga besar PWS, LIBAS Sumatera Barat, serta seluruh umat Islam. Acara kemudian ditutup dengan tradisi Halal Bihalal — saling bersalaman, saling memaafkan, dan saling mendoakan diringi salawat — sebelum diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama dalam suasana penuh kehangatan persaudaraan.
     
    Kegiatan Maulid Nabi ini bukan sekadar peringatan tahunan. Ia adalah bukti nyata bahwa cinta kepada Rasulullah SAW mampu menyatukan perbedaan, menjembatani jarak, dan memperkuat persaudaraan yang abadi. Semoga semangat yang menyala malam ini terus berkobar, dan semoga kita semua termasuk umat yang kelak mendapat syafaat beliau di hari akhir nanti.
     
    Acara berakhir pukul 23.00 WIB dalam suasana damai, penuh berkah, dan semangat persatuan yang kian membara.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini