Langgur,Penakita.Info- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu fokus utama yang kini digencarkan adalah produksi batako berkualitas tinggi yang diproyeksikan untuk meningkatkan capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Senin (11/05).
Kegiatan produksi yang berlangsung di area bengkel kerja ini dipantau langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, didampingi oleh Kasubsi Kegiatan Kerja , L. Laitera.
Dalam pantauannya, Kalapas Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberdayakan warga binaan agar lebih produktif.
"Produksi batako ini bukan sekadar pengisi waktu, tapi langkah nyata untuk mencetak tenaga terampil. Kualitas produk kita sudah diakui pasar lokal dan hasilnya memberikan kontribusi langsung bagi kas negara melalui PNBP serta premi bagi warga binaan yang bekerja," ujar Nurchalis Nur.
Senada dengan hal tersebut, Kasubsi Giatja, L. Laitera, menjelaskan bahwa setiap proses produksi dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan standar mutu tetap terjaga.
"Kami mengarahkan warga binaan mulai dari teknik pencampuran bahan hingga proses cetak manual maupun mesin. Antusiasme mereka sangat tinggi karena mereka sadar keterampilan ini akan menjadi modal berharga saat bebas nanti," jelasnya.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam produksi, AR, mengaku sangat bersyukur atas kesempatan ini. Menurutnya, bekerja di unit produksi batako memberikan rasa percaya diri baru.
"Awalnya saya tidak tahu teknik membuat batako yang kuat, tapi di sini saya diajarkan hingga mahir. Senang sekali rasanya bisa tetap produktif dan mendapatkan upah (premi) yang bisa ditabung untuk keluarga di luar," ungkapnya dengan penuh semangat.
Produksi batako Lapas Tual kini terus dioptimalkan seiring meningkatnya permintaan material konstruksi di wilayah Kota Tual dan Maluku Tenggara, sekaligus menjadi bukti transformasi Lapas menjadi tempat pelatihan kerja yang mandiri dan berdaya guna.
