Piru,PenaKita.Info-Suasana khidmat dan penuh penghayatan menyelimuti Gereja Ebenheizer Lapas Piru saat Warga Binaan beragama Kristen bersama pegawai mengikuti Ibadah Perjamuan Kudus I yang dirangkaikan dengan Kebaktian Jumat Agung, pada Jumat (04/4) pagi hari sejak pukul 07.00 WIT hingga selesai.
Kegiatan diawali dengan Ibadah Perjamuan Kudus I yang dipimpin oleh Pdt. Sally Paul/Bernard dengan pembacaan Alkitab dari 1 Korintus 10 ayat 14–24. Dalam suasana penuh ketenangan, Warga Binaan diajak untuk merenungkan makna persekutuan dengan Tuhan serta pentingnya menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak berkenan dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, pada pukul 09.00 WIT, kegiatan dilanjutkan dengan Kebaktian Jumat Agung yang dipimpin oleh Pdt. Van Harling/S, dengan pembacaan firman Tuhan dari Yohanes 19 ayat 28–30 yang mengisahkan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Momen ini menjadi refleksi mendalam akan kasih, pengampunan, dan pengorbanan yang menjadi dasar iman Kristiani.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap Warga Binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki diri, serta memiliki semangat baru dalam menjalani kehidupan ke depan,” ujarnya.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh Ramdhan Basir, turut menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga binaan. “Kegiatan seperti ini bukan hanya rutinitas, tetapi menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual agar warga binaan memiliki kesadaran diri, penyesalan, serta tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Pdt. Sally Paul/Bernard menekankan bahwa Perjamuan Kudus bukan sekadar ritual, tetapi juga momentum untuk memperbaharui iman dan komitmen hidup. “Di tengah keterbatasan, kasih Tuhan tetap nyata dan memberikan kekuatan bagi setiap pribadi untuk bangkit dan berubah,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial S turut membagikan kesannya setelah mengikuti ibadah tersebut. “Saya merasa dikuatkan dan diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. Ini menjadi kesempatan bagi saya untuk berubah menjadi lebih baik,” tuturnya dengan penuh haru.
Melalui pelaksanaan Perjamuan Kudus dan Kebaktian Jumat Agung ini, Lapas Piru terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh sisi spiritual Warga Binaan. Diharapkan, nilai-nilai keimanan yang ditanamkan dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.
