• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Dari Lukas 15:7, Warga Binaan Lapas Piru Dikuatkan Menapaki Jalan Pertobatan Melalui Pembinaan Kerohanian Bersama Kemenag SB

    Rabu, 22 April 2026, April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T06:49:43Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Piru,PenaKita.Info-
    Suasana khidmat menyelimuti Gereja Ebenhaezer Lapas Kelas IIB Piru saat seluruh Warga Binaan beragama Kristen mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Barat (Kemenag SBB), Selasa (21/4).


    Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para Warga Binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalani proses pembinaan. Melalui pembacaan firman Tuhan dari Alkitab Lukas pasal 15 ayat 7, seluruh Warga Binaan diajak memahami makna pertobatan sebagai awal dari perubahan hidup yang lebih baik.


    Dalam pengantarnya, Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wikrama Jaya, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter Warga Binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.

    “Kegiatan pembinaan kerohanian ini menjadi sarana penting dalam membentuk pribadi Warga Binaan agar semakin menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Wikrama.


    Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan akan terus diperkuat sebagai bagian dari pembinaan kepribadian Warga Binaan yang berkelanjutan.

    “Kami berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh sisi batin dan spiritual Warga Binaan, sehingga mereka memiliki bekal yang kuat saat kembali ke masyarakat,” tegas Hery.


    Lebih lanjut, perwakilan Kemenag SBB, Yulia Nelci Somae mengajak seluruh Warga Binaan untuk tidak sekadar mendengar, tetapi juga menghayati firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memaknai arti pertobatan yang sejati.

    “Setiap pertobatan membawa sukacita, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi Tuhan. Karena itu, mari jadikan firman Tuhan hari ini sebagai titik balik untuk menjalani hidup yang lebih baik,” ungkapnya.


    Salah satu Warga Binaan berinisial “C” mengaku kegiatan tersebut memberikan kesan mendalam bagi dirinya. Ia merasakan adanya dorongan kuat untuk berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.

    “Saya merasa firman Tuhan hari ini benar-benar menyentuh hati saya. Ini menjadi pengingat untuk saya agar bisa berubah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tuturnya.


    Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan, ditutup dengan doa bersama yang menjadi simbol harapan baru bagi seluruh Warga Binaan. Melalui pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, Lapas Piru berharap setiap Warga Binaan mampu menata kembali kehidupannya dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan berintegritas.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini