Bandanaira,PenaKita.Info- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali tunjukkan komitmenya dalam pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian produktif dengan melaksanakan panen perdana kangkung segar sebanyak 20 ikat, Selasa (28/4). Kegiatan ini menjadi indikator keberhasilan pembinaan berbasis pertanian yang terus dikembangkan secara berkelanjutan, sekaligus dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dibidang kemandirian pangan.
Panen kangkung dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dikelola langsung oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas. seluruh proses budidaya dilakukan secara sistematis, mulai dari pengolahan lahan hingga perawatan intensif guna memastikan hasil panen optimal.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan, menegaskan program pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan yang berkesinambungan.
"Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya dilibatkan dalam proses produksi, tetapi juga dibekali keterampilan yang bermanfaat. Hasil panen hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan dengan baik dan memberikan hasil nyata," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan program serupa dengan melibatkan lebih banyak Warga Binaan serta memperluas jenis tanaman yang dibudidayakan.
"Pertanian menjadi salah satu sektor strategis dalam pembinaan. Program ini akan terus kami kembangkan, baik dari sisi jumlah Warga Binaan yang dilibatkan maupun jenis tanaman yang dibudidayakan. Kami ingin seluruh Warga Binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan berkontribusi secara produktif," jelasnya.
Salah satu Warga Binaan, Fajrin, mengungkapkan kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga baginya.
"Saya merasa bangga bisa terlibat sejak proses awal hingga panen. Kegiatan ini membuat saya lebih semangat dan memberi harapan untuk bisa mandiri setelah bebas nanti," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian guna mendorong Warga Binaan menjadi lebih produktif dan mandiri saat kembali ke masyarakat.
