• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Cetak Tenaga Terampil Konstruksi, Lapas Tual Intensifkan Pelatihan Produksi Batako

    Rabu, 22 April 2026, April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T02:26:37Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Langgur,PenaKita.info-
    Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkomitmen mentransformasi Warga Binaan menjadi individu yang produktif dan mandiri. Melalui Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja), Lapas Tual kini mengintensifkan program pelatihan produksi batako sebagai bagian dari pembinaan kemandirian di bidang konstruksi, Rabu (22/04).


    Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung visi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk meningkatkan produktivitas warga binaan. Menurutnya, batako hasil karya warga binaan ini tidak hanya sekadar latihan, tetapi telah memiliki standar kualitas yang mampu bersaing di pasar lokal Maluku Tenggara.


    "Kami ingin memastikan bahwa setelah bebas nanti, para warga binaan memiliki sertifikat keahlian dan pengalaman kerja yang nyata. Pelatihan batako ini sangat relevan karena kebutuhan material konstruksi di Kota Tual dan sekitarnya terus meningkat," ujar Nurchalis.


    Senada dengan hal tersebut, Kasubsi Giatja, L. Laitera menjelaskan bahwa proses produksi dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas mutu. Para warga binaan diajarkan mulai dari teknik pencampuran bahan yang presisi hingga penggunaan mesin cetak manual.


    "Setiap harinya, kami mampu memproduksi ratusan buah batako. Selain memberikan skill teknis, kegiatan ini juga berkontribusi langsung pada Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pemberian premi (upah) bagi warga binaan yang terlibat," jelasnya.


    Salah seorang warga binaan berinisial B, yang aktif dalam tim produksi, mengaku sangat bersyukur atas kesempatan pelatihan ini. Ia merasa waktu yang dijalaninya di dalam Lapas menjadi lebih bermanfaat karena dibekali keahlian yang menjanjikan secara ekonomi.


    "Awalnya saya tidak tahu cara membuat batako yang kuat. Di sini saya diajarkan dari nol oleh petugas Giatja. Hasil dari kerja ini (premi) juga bisa saya tabung untuk membantu keluarga di rumah dan modal usaha nanti saat saya sudah bebas," ungkapnya dengan antusias.


    Dengan adanya program yang berkelanjutan ini, Lapas Kelas IIB Tual membuktikan diri bukan lagi sekadar tempat menjalani masa hukuman, melainkan pusat pengembangan keterampilan yang siap melahirkan tenaga kerja terampil bagi pembangunan daerah.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini