Bandanaira,PenaKita.Info-Pembinaan Kepribadian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali diperkuat melalui kegiatan pendampingan baca Al-Qur'an yang difokuskan pada peningkatan kemampuan tajwid, Rabu (4/3). Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan terjadwal dengan tujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara bertahap dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Musala At-Taubah ini melibatkan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Mereka membimbing Warga Binaan mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, cara membaca yang benar, hingga peningkatan kelancaran membaca sesuai tingkat kemampuan masing-masing Warga Binaan.
Selain pembelajaran teknis membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga diisi dengan motivasi dan penyampaian nilai-nilai keagamaan. Peserta magang memberikan pemahaman kepada Warga Binaan tentang pentingnya membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sekaligus sarana untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan program rutin yang terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan peserta magang dari berbagai latar belakang pendidikan.
"Kami berkomitmen memberikan pembinaan yang menyentuh aspek moral dan kepribadian. Dukungan peserta magang sangat membantu memperkaya metode pengajaran dengan pendekatan komunikatif, sederhana, dan sistematis," ujarnya.
Samad menambahkan, kegiatan belajar mengaji ini diharapkan dapat membuat pembinaan kerohanian di Lapas Bandanaira berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.
"Kontribusi peserta magang bukan hanya mendukung keberlangsungan program pembinaan, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi positif menanamkan nilai keimanan, membentuk karakter, serta menumbuhkan harapan bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan," katanya.
Salah satu peserta magang, Desy Tehuayo, menyampaikan kesannya selama mendampingi Warga Binaan.
"Bagi kami, pengalaman ini sangat berharga. Melihat semangat Warga Binaan belajar Al-Qur’an membuat kami semakin yakin bahwa pembinaan keagamaan mampu menumbuhkan motivasi dan harapan baru. Kami senang bisa berkontribusi langsung dalam proses pembinaan ini," ungkapnya.
