Saumlaki,PenaKita.Info-Suasana Ramadhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki terasa semakin khidmat melalui kegiatan tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan bersama oleh petugas dan warga binaan, Sabtu (28/2).
Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari selepas salat Subuh di masjid Lapas Saumlaki. Dengan penuh kekhusyukan, petugas dan warga binaan duduk bersaf, membaca ayat suci Al-Qur’an secara bergantian.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa tadarus bersama menjadi bagian penting pembinaan kerohanian selama bulan suci Ramadhan.
“Ramadhan menjadi momentum memperkuat keimanan dan memperbaiki diri. Tadarus selepas Subuh ini kami laksanakan secara konsisten agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar dipahami dan diamalkan oleh warga binaan. Kebersamaan petugas dan warga binaan juga menjadi simbol bahwa proses pembinaan berjalan dengan hati,” ujar Agung.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga membangun suasana yang lebih harmonis di lingkungan Lapas Saumlaki, sehingga interaksi antara petugas dan warga binaan terjalin dengan penuh rasa saling menghargai serta memperkuat semangat kebersamaan selama bulan Ramadhan.
Salah satu warga binaan berinisial, DS, mengaku kegiatan tersebut memberi ketenangan dan semangat baru selama menjalani masa pidana.
“Saya merasa lebih tenang dan lebih dekat dengan Allah. Tadarus selepas Subuh membuat hari terasa lebih ringan dan penuh harapan. Kami juga merasa diperhatikan karena petugas ikut bersama kami membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas konsistensi pembinaan kerohanian yang dilaksanakan di Lapas Saumlaki.
“Kegiatan tadarus ini menunjukkan pembinaan kepribadian berjalan dengan baik. Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri. Saya mengapresiasi jajaran Lapas Kelas III Saumlaki yang menghadirkan suasana religius serta membangun kedekatan positif antara petugas dan warga binaan,” tegas Ricky.
Tadarus bersama ini akan terus dilaksanakan secara rutin sepanjang bulan Ramadhan, sebagai bagian penguatan nilai keagamaan serta pembentukan karakter warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
