masukkan script iklan disini
Situbondo, Penakita.info –
Nelayan jaring tradisional (purse seine) di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akhirnya bisa bernapas lega setelah hampir tiga bulan mengalami paceklik.
Kapal KM Brazil Muda berhasil menangkap ikan tongkol dalam jumlah besar. Dalam sehari, total tangkapan mencapai kurang lebih lima ton. Hasil tersebut membuat para nelayan terkejut karena jumlah ikan yang masuk ke jaring jauh lebih banyak dibandingkan biasanya.
Kapten sekaligus nakhoda KM Brazil Muda, Hendra Susanto, menceritakan pengalamannya kepada awak media, Selasa (24/2/2026). Ia mengungkapkan bahwa banyaknya ikan yang masuk membuat jaring tidak mampu menahan beban.
“Ikan yang masuk ke jaring sangat banyak sampai jaring kami sobek. Banyak ikan yang keluar, tapi kami masih mendapatkan kurang lebih lima ton,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelampung dan cincin jaring tidak mampu menahan tekanan berat ikan sehingga sebagian hasil tangkapan terlepas kembali ke laut.
“Ikan yang keluar saja kurang lebih enam ton. Alhamdulillah kami masih mendapatkan lima ton ikan tongkol,” tambah Hendra.
Sementara itu, seorang pedagang ikan di Besuki, Hj. Juhariyah, berharap kondisi ini menjadi pertanda baik bagi keberlangsungan aktivitas perikanan di wilayah tersebut.
“Kami berharap aktivitas perikanan kembali berjalan lancar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Besuki dan musim ikan terus berlanjut. Semoga harga ikan tetap stabil dan terjangkau. Untuk hari ini harga ikan tongkol per kilogram Rp15.000,” tegasnya.
Dengan hasil tangkapan yang melimpah, para nelayan berharap masa paceklik benar-benar berakhir dan kesejahteraan mereka kembali membaik.
Pewarta: H.J. Armada
