Lampung Selatan, Penakita.info -
Adanya sejumlah kendaraan dump truk muatan tanah yang keluar masuk dari area galian tanah mengakibatkan jalan yang baru di resmikan satu bulan lalu oleh Bupati Lampung Selatan mengalami kerusakan.
Hasil pantauan di lokasi Desa Bumi Asri kecamatan Palas kabupaten Lampung Selatan nampak jalan yang telah di perbaiki oleh pemerintah kabupaten rusak diduga di akibatkan aktivitas Galian tanah di desa tersebut.
Masyarakat Sekitar mengatakan, masyarakat dikejutkan adanya dump truk muatan pasir berasal dari Lokasi Tambang Galian C melintas, sekaligus ada 6 dump truk, namun hingga hari ini semakin banyak truk muatan tanah itu melintas.
“Sekali jalan 6 (red. Dam Truk), renteng – rentengan akhirnya jalan kan rusak,”ucapnya
Akibat dump truk muatan tanah melintas mengakibatkan jalan raya rusak ambles dan bergelombang. Diakibatkan penambang tanah.
Di kompirmasi Marsono kepala desa Bumi Asri pemilik alat berat kepada awak media beralasan aktivitas galian tersebut hanya untuk cetak sawah dan untuk menimbun lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih,
" Ya itu Alat berat saya galian tersebut untuk menimbun koperasi Merah putih, lahannya di jadikan cetak sawah," ucap Marsono
Dirinya juga menegaskan bahwa bekerja sama dengan Bhabinsa Irwansyah untuk menimbun koperasi Merah Putih,
Tak jauh dari kediamannya terdapat pembangunan KDM di desanya di samping SD, disayangkan ternyata lahan tersebut sudah lama di tertimbun karena sudah tumbuh rerumputan,
Jani warga sekitar mengatakan lokasi peruntukan KDM sudah lama di timbun,
" Kalau lahan itu sudah lama di timbun sekitar lebih dari dua mingguan, itu saja sudah tumbuh rumput, kalau baru di timbun pasti belum ada yang tumbuh rumput," tegas lelaki sekitar lokasi KDM
Di ketahui saat menjabat Marsono banyak permasalahan saat menjadi Kepala Desa Bumi Asri, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan Beliau menjabat terlibat dalam penyaluran bantuan langsung tunai (BLT-DD) serta pembangunan infrastruktur desa.
Tentang adanya galian dan merusak jalan yang baru di resmikan awak media akan menanyakan ke pihak yang berwenang dan dinas terkait (red)
