Langgur,PenaKita.Info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus memperkuat komitmennya dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi antara petugas dan warga binaan, Lapas Tual kini mengoptimalkan perawatan berbagai jenis tanaman hortikultura di area kebun produktif lapas, Sabtu (21/02).
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang menekankan pada pemberdayaan warga binaan untuk mendukung swasembada pangan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyatakan bahwa optimalisasi lahan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari proses pembinaan kepribadian dan kemandirian. "Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal lahan produktif di Lapas Tual memberikan manfaat. Perawatan rutin pada tanaman seperti sawi, kangkung, dan bayam ini adalah bentuk kontribusi nyata warga binaan terhadap ketahanan pangan daerah," ujar Nurchalis.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Tual, L. Laitera menjelaskan teknis pendampingan yang diberikan. Menurutnya, para warga binaan yang tergabung dalam kelompok tani diberikan pelatihan intensif mulai dari pengolahan tanah, pemberian pupuk organik, hingga teknik penyiraman yang efisien.
"Kami fokus pada kualitas hasil panen. Melalui perawatan yang optimal, kami berharap warga binaan memiliki keahlian praktis di bidang pertanian yang dapat mereka gunakan sebagai modal bekerja atau berwirausaha setelah selesai menjalani masa pidana nanti," ungkapnya.
Hingga saat ini, kebun Lapas Tual telah rutin menghasilkan puluhan kilogram sayuran segar yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal dapur lapas maupun dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan teknis yang berkelanjutan, termasuk koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara.
