Kerobokan,PenaKita.Info-Dalam upaya mendukung pembinaan kepribadian serta penguatan mental warga binaan, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan kembali menyelenggarakan kegiatan penyuluhan psikologi dengan tema penerimaan diri dan pemberdayaan diri.
Kegiatan ini dipandu oleh Moderator Kheren Febriana serta menghadirkan dua pemateri, yakni Winda Manurung dan Wida Mayuni, yang merupakan bagian dari tim psikologi dalam Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Kehadiran tim psikologi ini menjadi bentuk sinergi pembinaan antara lembaga pemasyarakatan dan program pengembangan sumber daya manusia.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya mengenali diri, menerima masa lalu, serta membangun kembali rasa percaya diri sebagai bagian dari proses pemulihan dan pertumbuhan pribadi. Melalui pendekatan psikologis yang humanis dan interaktif, para warga binaan diajak untuk menggali potensi diri, mengelola emosi secara sehat, serta berdamai dengan pengalaman hidup yang pernah dilalui.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Para warga binaan tampak antusias mengikuti sesi diskusi, berbagi pengalaman, hingga melakukan latihan sederhana yang bertujuan meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) dan kepedulian terhadap diri sendiri (self-compassion).
Kalapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penguatan mental dan karakter. “Proses pemasyarakatan adalah proses memanusiakan manusia. Ketika warga binaan mampu menerima diri dan percaya pada potensinya, maka proses reintegrasi sosial akan lebih siap dan bermakna,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan tidak hanya bangkit dari keterpurukan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, berdaya, serta optimis dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.
