Ambon,PenaKita.Info- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru mencatatkan capaian membanggakan dalam ajang Bazar UMKM Pemasyarakatan Maluku yang digelar di Lapas Kelas IIA Ambon pada Jumat (10/4). Produk hasil karya Warga Binaan Lapas Piru sukses menarik perhatian pengunjung dan laris manis terjual, menegaskan keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan.
Produk bakery menjadi primadona dalam bazar tersebut. Berbagai varian roti hasil olahan Warga Binaan terjual habis dengan total penjualan mencapai 210 produk, terdiri dari roti pisang sebanyak 40 buah, roti sosis 50 buah, roti coklat 80 buah, dan roti moca 40 buah. Antusiasme pengunjung terhadap produk bakery ini menunjukkan kualitas rasa dan daya saing produk yang semakin meningkat.
Selain bakery, sejumlah produk lainnya juga turut diminati pengunjung. Lukisan pasir kaligrafi kecil terjual sebanyak 2 pasang atau 4 buah. Produk gula merah mencatat penjualan 2 buah untuk kemasan bungkus daun dan 9 buah untuk kemasan pouch. Sementara itu, aneka keripik juga laku terjual, di antaranya keripik sukun ukuran besar 8 bungkus, keripik sukun ukuran kecil 5 bungkus, keripik keladi 7 bungkus, keripik pisang manis 7 bungkus, dan keripik pisang original 4 bungkus. Secara keseluruhan, total produk yang berhasil terjual mencapai 254 produk.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari hasil pembinaan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan. “Kami terus mendorong Warga Binaan untuk menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mampu menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat. Partisipasi dalam bazar ini menjadi ruang bagi mereka untuk menunjukkan kualitas dan potensi yang dimiliki,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil proses pembinaan yang berkelanjutan. “Kami memastikan setiap produk dibuat dengan standar kualitas yang baik, mulai dari proses produksi hingga pengemasan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan produk Warga Binaan yang mampu bersaing di pasaran,” jelasnya.
Salah satu pengunjung, Yuli, yang membeli produk bakery, mengaku terkesan dengan rasa dan kualitas yang ditawarkan. “Rotinya enak dan lembut, rasanya tidak kalah dengan produk di luar. Saya cukup terkejut karena ini hasil karya Warga Binaan, dan tentu sangat mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
Keikutsertaan Lapas Piru dalam Bazar UMKM Pemasyarakatan Maluku ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap program pembinaan berbasis kemandirian, sekaligus memperkuat upaya reintegrasi sosial Warga Binaan melalui karya produktif yang bernilai dan diterima masyarakat.
