• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Ikat Pinggang Pembawa Berkah, Karya Warga Binaan Lapas Tual Terus Diburu Konsumen hingga Luar Daerah

    Kamis, 30 April 2026, April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-04-30T10:27:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Langgur,PenaKita.Info-
    Dinding jeruji besi bukanlah penghalang bagi kreativitas. Hal ini dibuktikan oleh Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual yang berhasil menyulap kayu eboni atau kayu arang menjadi aksesori fesyen berkelas. Produk unggulan berupa ikat pinggang kayu eboni ini kini kian populer dan terus diburu konsumen, bahkan hingga ke luar daerah, Kamis (30/04).


    Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Tual, Iswan Ternate, menjelaskan bahwa setiap tahap produksi diawasi secara ketat untuk memastikan kualitas premium. Kayu eboni dipilih secara selektif dan dihaluskan secara manual hingga memunculkan kilau alami yang mewah.

    "Kami menekankan pada detail proses finishing. Penggunaan bahan kimia diminimalisir agar tekstur eksotis dan kilau alami kayu eboni tetap menonjol. Inilah yang memberikan kesan eksklusif bagi setiap pemakainya," ujar Iswan.


    Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Tual, L. Laitera, mengungkapkan bahwa permintaan pasar saat ini cukup tinggi. Konsumen datang dari berbagai kalangan, mulai dari pegawai negeri, pengusaha, hingga masyarakat umum.

    "Pesanan terus berdatangan, tidak hanya dari lokal Tual, tapi juga merambah ke wilayah lain. Keuntungan dari penjualan ini selain masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), juga diberikan kepada warga binaan sebagai premi atau upah atas kerja keras mereka," jelasnya.


    Bagi warga binaan, program ini adalah secercah harapan untuk masa depan. Alex, salah satu warga binaan yang terlibat dalam proses produksi, mengaku bangga bisa memiliki keterampilan baru.

    "Awalnya saya tidak menyangka potongan kayu bisa jadi barang semewah ini. Melalui bimbingan petugas, saya jadi punya keahlian bertukang dan finishing. Ini bekal yang sangat berguna bagi saya saat bebas nanti agar bisa mandiri di masyarakat," ungkap Lazarus dengan penuh optimisme.


    Melalui pembinaan kemandirian ini, Lapas Tual membuktikan bahwa di balik keterbatasan, ada potensi besar yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus modal reintegrasi sosial bagi warga binaan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini