Geser,PenaKita.Info-Semangat produktivitas dan kemandirian terus ditunjukan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser dalam mendukung ketahanan pangan. Bukti nyata komitmen pembinaan ini kembali diwujudkan dengan keberhasilan memanen 30 ikat kangkung cabut yang dipanen langsung di area perkebunan hidroponik modifikasi Lapas Geser, rabu (4/3).
Pelaksana Harian Kasubsi Pembinaan, M. Yusuf Kilkoda mengatakan, keberhasilan panen ini menandai konsistensi Warga Binaan dalam mengelola teknik pertanian modern meskipun berada di dalam keterbatasan ruang. Metode hidroponik modifikasi yang diterapkan, yang juga memanfaatkan bahan-bahan ramah lingkungan seperti bambu dan botol bekas, membuktikan bahwa kreativitas tidak terbatas oleh tembok Lapas bahkan mampu untuk ditingkatkan.
"Hasil panen 30 ikat kangkung yang segar dan higienis ini adalah bukti bahwa program pembinaan kemandirian yang kami terapkan berjalan dengan baik. Ini bukan sekadar hasil tani, tapi wujud transformasi positif diri warga binaan," jelas Yusuf.
Yusuf menambahkan, Sayuran hidroponik hasil budidaya warga binaan ini dikenal memiliki kualitas yang sangat baik dan diminati oleh petugas maupun masyarakat sekitar. Selain untuk konsumsi internal guna mendukung ketahanan pangan di Lapas melalui pengelola bahan makanan, hasil panen ini juga menjadi bukti nyata pemberdayaan ekonomi produktif.
Salah satu Warga Binaan berinisial JR yang terlibat aktif membudidayakan kangkung hidroponik mengatakan, Aktivitas ini membuat mereka tetap produktif dan tidak jenuh. Dirinya mengakui menggemari aktivitas bertani karena hasil kerja keras sendiri yang memberikan hasil manis menjadi kepuasan tersendiri, yaitu sayuran yang segar dan higienis yang diminati oleh masyarakat luas.
"Saya merasa bangga karena meskipun berada di dalam Lapas, kami masih bisa memberikan kontribusi nyata. Melihat kangkung yang kami rawat tumbuh subur hingga dipanen sebanyak 30 ikat memberikan kepuasan batin tersendiri,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Geser berharap para warga binaan dapat terus meningkatkan keterampilan dan kreativitas di sektor pertanian modern sebagai bekal produktif yang bermanfaat saat mereka kembali ke lingkngan masyarakat luas.
