Bandanaira,PenaKita.Info//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira menghadirkan layanan pojok baca sebagai sarana literasi bagi Warga Binaan, Rabu (11/3). Langkah ini digagas sebagai upaya meningkatkan minat baca, memperluas pengetahuan sekaligus memberikan alternatif kegiatan positif di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan bahwa pojok baca bertujuan mendorong Warga Binaan untuk tetap belajar dan mengembangkan diri meski berada di lingkungan terbatas.
"Buku adalah jendela dunia. Melalui membaca, mereka dapat memperbaiki diri dan membangun harapan baru," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, yang menilai pojok baca sebagai instrumen penting dalam membangun budaya literasi di kalangan Warga Binaan.
"Melalui literasi, kami ingin membangun budaya membaca bagi Warga Binaan. Pengetahuan yang mereka peroleh diharapkan menjadi bekal berharga saat kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Salah satu Warga Binaan, Simon, mengaku terbantu dengan adanya fasilitas tersebut. Menurutnya, pojok baca memberikan kesempatan untuk menambah pengetahuan sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat.
"Kami merasa terbantu dengan adanya pojok baca karena banyak buku yang bisa dibaca. Selain menambah ilmu, juga membuat kami lebih semangat untuk terus belajar," ungkapnya.
Koleksi buku yang tersedia mencakup kategori pengetahuan umum, keagamaan, keterampilan, motivasi, dan bacaan edukatif lainnya yang menunjang proses pembinaan di Lapas Bandanaira. Dengan hadirnya pojok baca, Lapas Bandanaira terus berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang edukatif, produktif, dan humanis, sejalan dengan semangat Pemasyarakatan dalam membentuk Warga Binaan yang mandiri dan berdaya guna.
