• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Bantah Tudingan Penganiayaan, Ponpes Al-Amin Tegaskan Dua Santri Hilang Bukan Karena Kekerasan

    Kamis, 05 Maret 2026, Maret 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T09:04:30Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Lampung Selatan, Penakita.info -

    Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amin di Desa Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, membantah tudingan sejumlah media yang menyebut adanya dugaan penganiayaan terhadap dua santri hingga keduanya memutuskan kabur dari lingkungan pesantren.


    Melalui kuasa hukumnya, Dr. Januri, pihak ponpes menyayangkan pemberitaan yang dinilai menyudutkan dan tidak berimbang. Ia menegaskan, tidak pernah terjadi tindakan kekerasan sebagaimana yang diberitakan.


    >“Kami sangat menyayangkan pemberitaan yang tidak berimbang dan terkesan menyudutkan. Tidak pernah ada tindakan penganiayaan terhadap santri sebagaimana yang dituduhkan,” ungkap Dr. Januri.


    Menurutnya, sebelum dinyatakan hilang, kedua santri tersebut bersama tiga santri lainnya kedapatan keluar dari kawasan pesantren pada Selasa malam, 27 Januari 2026, dan bermain PlayStation. Kelima santri itu kemudian dibawa kembali ke lingkungan ponpes untuk diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.


    Dari hasil pembinaan internal, tiga santri di antaranya diduga melakukan pelanggaran berat berupa mengonsumsi minuman beralkohol, termasuk dua santri yang kini belum diketahui keberadaannya.


    “Mereka kedapatan keluar tanpa izin dan bermain PlayStation. Setelah itu dibawa kembali ke pondok untuk diberikan pembinaan sesuai tata tertib. Ketika pemeriksaan internal, ada indikasi pelanggaran berat, termasuk dugaan mengonsumsi minuman beralkohol,” ujar Dr. Januri menjelaskan.


    Pihak ponpes berencana memanggil orang tua santri yang diduga melakukan pelanggaran berat tersebut. Namun, pada Rabu pagi, 28 Januari 2026, setelah waktu Subuh, pengurus menerima laporan bahwa kedua santri tersebut sudah tidak berada di lingkungan pesantren. 

    Awalnya mereka diduga pulang ke rumah orang tua, tetapi belakangan diketahui tidak sampai ke rumah dan kemudian dinyatakan hilang.


    >“Kami berencana memanggil orang tua untuk pembinaan lanjutan. Namun keesokan paginya, setelah Subuh, kami mendapat laporan bahwa keduanya sudah tidak berada di pondok,” ungkapnya.


    Lima hari setelah dinyatakan hilang, salah satu santri bernama Fahmi sempat berkomunikasi dengan seorang santriwati temannya. Dalam percakapan tersebut, Fahmi mengaku berada di Jakarta dan berniat mencari pekerjaan. Namun setelah itu, komunikasi terputus karena nomor telepon yang digunakan tidak lagi aktif.


    >“Informasi terakhir yang kami terima, salah satu anak menyampaikan sedang berada di Jakarta dan ingin bekerja. Setelah itu nomor yang digunakan tidak aktif lagi,” tambahnya.


    Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak ponpes mengaku telah melakukan berbagai upaya pencarian, termasuk melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. 

    Tak hanya itu upaya pencarian menggunakan jasa paranormal (Kiyai/Orang pintar) juga dilakukan, namun sayang, masih belum membuahkan hasil.


    >“Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan terus berupaya melakukan pencarian, bahkan kami melakukan upaya pencarian melalui jalur langit dengan meminta bantuan Kiyai atau paranormal ,” ujar Dr. Januri meyakinkan 


    Hingga berita ini diturunkan, kedua santri tersebut masih dalam pencarian. Pihak pondok pesantren berharap keduanya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.


    >“Kami berharap anak-anak ini segera ditemukan dalam keadaan baik dan bisa kembali berkumpul dengan keluarganya,” pungkasnya. (Ar.mcl)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini