Lampung Selatan, Penakita.info –
Demi menciptakan kenyamanan dan keamanan dalam menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, aparat kepolisian aktif bergerak dan memberikan himbauan.
Aksi perang sarung yang kerap muncul setiap bulan puasa menjadi perhatian serius.
Bhabinkamtibmas Desa Canti, Aipda Deni Maydistira, turun langsung menyosialisasikan larangan perang sarung kepada warga. Ia juga memasang spanduk bertuliskan “Stop Perang Sarung” di sejumlah titik strategis Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Jumat (27/2/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama yang melibatkan remaja.
Deni menegaskan, perang sarung yang awalnya dianggap tradisi permainan Ramadan, kerap berujung tawuran dan memicu keresahan warga. Karena itu, edukasi kepada remaja dinilai penting agar mereka memahami risiko hukum dan dampak sosial yang bisa timbul.
>“Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis untuk menyampaikan program-program Polri kepada masyarakat desa binaannya. Sosialisasi ini penting agar para remaja memahami sebab dan akibat jika terlibat dalam aksi perang sarung maupun kenakalan remaja lainnya,” ujar Deni.
Tak hanya perang sarung, imbauan juga mencakup larangan tawuran serta penggunaan petasan atau mercon yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain, sekaligus mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan.
Menurutnya, pemasangan banner bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mencegah gangguan sejak dini.
>“Saya berharap selama bulan suci Ramadan tidak ada lagi perang sarung, tawuran, ataupun menyalakan mercon, khususnya di Desa Canti. Mari kita jaga suasana tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat aktif melaporkan potensi gangguan keamanan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek Kalianda, maupun melalui layanan call center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Kepolisian berharap, dengan sinergi antara aparat dan warga, suasana Ramadan di Lampung Selatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa diwarnai aksi kenakalan remaja yang meresahkan.(Ar.mcl/Tim)
