Langgur,PenaKita.Info-Gema ayat suci Al-Qur'an memecah kesunyian malam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Minggu (22/2/2026). Di atas hamparan karpet merah ruang ibadah, pemandangan menyejukkan terlihat saat petugas pemasyarakatan duduk bersimpuh, melingkar bersama para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam kegiatan tadarus bersama.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan sebuah manifestasi nyata dari pendekatan humanis yang diterapkan di Lapas Tual. Tanpa sekat yang kaku, petugas dan warga binaan saling menyimak dan mengoreksi bacaan satu sama lain, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental di balik dinding jeruji.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menyampaikan bahwa kegiatan tadarus bersama ini merupakan bagian krusial dari program pembinaan kepribadian. Tujuannya adalah untuk memberikan ketenangan batin sekaligus mempertebal iman para warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan mentalitas yang lebih positif.
"Kami ingin membangun jembatan hati. Melalui lantunan ayat suci ini, ada proses refleksi diri. Petugas hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai saudara dalam iman dan pembimbing spiritual bagi mereka," ujar Nurchalis Nur.
Poin Utama Kegiatan: Menciptakan interaksi yang sehat dan religius antara pemberi pembinaan (petugas) dan penerima pembinaan (warga binaan), Membantu warga binaan yang masih dalam tahap belajar membaca Al-Qur'an melalui bimbingan langsung di tempat, Kegiatan positif seperti ini terbukti efektif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas melalui pendekatan yang persuasif.
Bagi para warga binaan, momen ini menjadi oase di tengah masa menjalani hukuman. Salah seorang warga binaan mengaku merasa lebih tenang dan dihargai melalui kegiatan bersama ini. Diharapkan, rutinitas tadarus ini dapat terus konsisten dilaksanakan, menjadi pondasi perubahan karakter yang permanen bagi mereka sebelum nantinya menghirup udara bebas.
Di bawah temaram lampu ruang Masjid At-Taubah Lapas Tual, kebersamaan malam itu membuktikan bahwa perubahan selalu mungkin terjadi, dan hidayah bisa datang kepada siapa saja, bahkan di tempat yang paling terbatas sekalipun.
