Lampung Selatan, Pebakita.info - Pembangunan pemecah ombak (breakwater) di kawasan pesisir Desa Banding–Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, kini tinggal menyisakan tahap penyelesaian akhir.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, progres pekerjaan telah melampaui 90 persen dan ditargetkan tuntas sepenuhnya sebelum tutup tahun 2025.
Infrastruktur pesisir yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional ini dibangun menggunakan pendanaan APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp27 miliar.
Keberadaan breakwater tersebut dirancang untuk memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi yang selama ini menggerus wilayah pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan kawasan terhadap gelombang laut.
Pelaksanaan konstruksi dipercayakan kepada PT Fata Perdana Mandiri dengan durasi pekerjaan selama 134 hari kalender, terhitung sejak Agustus hingga Desember 2025. Sementara itu, aspek pengawasan mutu dan teknis proyek dikawal oleh PT Gunung Giri Engineering Consultant bersama KSO Duta Bhuana Jaya dan KSO CV Intishar Karya Sumber guna memastikan seluruh pekerjaan sesuai spesifikasi dan standar nasional.
Manajer Proyek, Umar, menyampaikan bahwa penyelesaian pekerjaan terus dikebut tanpa mengurangi kualitas konstruksi. Seluruh personel di lapangan, kata dia, difokuskan pada tahap finishing agar target penyelesaian akhir tahun dapat tercapai.
“Progres sudah di angka 90 persen. Kami optimistis pekerjaan bisa diselesaikan sesuai jadwal pada akhir Desember ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek, pekan lalu.
Lebih jauh, Umar menilai kehadiran breakwater tidak semata menjadi solusi teknis pengamanan pantai, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan yang selama ini sangat bergantung pada kondisi cuaca dan gelombang laut.
Apresiasi juga disampaikan Camat Rajabasa, Firdaus. Ia menilai pembangunan pemecah ombak tersebut membuka peluang baru bagi penataan kawasan pesisir Banding–Canti sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata berbasis masyarakat.
“Dengan perlindungan pantai yang lebih baik, kawasan ini bisa dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat, mulai dari wisata kuliner hingga UMKM pesisir yang tertata,” katanya.
Menurut Firdaus, pengembangan kawasan pantai Banding–Canti selaras dengan program Agroeduwisata Lampung Selatan yang mengedepankan potensi alam dan kearifan lokal sebagai daya tarik wisata unggulan.
Ia pun mengajak masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga fasilitas dan kebersihan pantai agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Pantai ini harus kita rawat bersama supaya tetap bersih, aman, dan memberikan nilai tambah bagi generasi ke depan,” ujarnya.
Hampir rampungnya proyek breakwater Banding–Canti menjadi harapan baru bagi pesisir Rajabasa. Selain memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap abrasi, infrastruktur ini diyakini akan menciptakan rasa aman bagi nelayan, mendorong tumbuhnya sektor pariwisata, serta mempercepat perputaran ekonomi masyarakat lokal.

